Cara Menanam dan Merawat Bunga Wisteria

Cara Menanam dan Merawat Bunga Wisteria

Rayloriga – Di Indonesia banyak sekali jenis tanaman hias yang bisa tumbuh dan berkembang biak. Secara umum, semua jenis tanaman dapat tumbuh di negara ini, tidak terkecuali bunga wisteria. Bunga wisteria biasanya tumbuh di negara-negara dengan empat musim, seperti Cina, Jepang, Korea, dan Amerika Serikat. Banyak orang Indonesia yang mencoba menanam bunga wisteria, yaitu tanaman merambat dengan bunga gantung yang indah.

Biasanya, bunga wisteria dapat menunjukkan keindahan di taman luar negeri. Tanaman ini sebenarnya bisa tumbuh di zona 5 hingga 9, sedangkan di Indonesia termasuk zona 11. Artinya, bunga wisteria bisa tumbuh dalam kondisi atau suhu dingin. Pohon sayur ini dapat diperbanyak dengan panjang 20 hingga 30 meter.

Bunganya memiliki warna yang berbeda-beda yaitu merah, ungu, kuning, putih dan biru, tergantung tempat perkembangbiakannya. Tanaman merambat biasanya melengkung untuk memudahkan perbanyakan tanaman. Meskipun wisteria ini memiliki bunga yang indah dan berwarna-warni, bunganya beracun dan tidak boleh ditelan. Jika tertelan, ramuan ini akan menyebabkan mual, muntah dan diare. Berikut penjelasan dari Papan Bunga Makassar.

Cara menanam dan merawat bunga wisteria

Tanaman ini bisa ditanam dari biji, dan biasanya di negara empat musim, bunga ini akan mekar di musim semi antara bulan April dan Juni. Meski wisteria tumbuh di tempat yang dingin, ada juga di Indonesia yang berhasil menanam biji wisteria. Cara menanam dan merawat bunga wisteria akan dijelaskan di bawah ini.

1. Pemilihan benih

Langkah pertama dalam menanam bunga wisteria adalah memastikan bunga ini dapat tumbuh dan berakar terlebih dahulu. Untuk itu anda harus bisa memilih bibit yang berkualitas baik. Biji bunga dapat diekstraksi dari biji kering. Menanam benih untuk bunga wisteria ini sebaiknya mengambil benih yang kering sebelum jatuh dari pohonnya.

2. Penaburan awal

Kemudian, pada langkah selanjutnya, pastikan benih dalam keadaan kering dan berkualitas baik. Nah, jika hal ini terbukti, Anda bisa menanam bunga wisteria dengan melakukan penanaman awal. Penanaman pertama ini terlebih dahulu menggunakan media tanam berupa kapas.

Benih yang sudah kering sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam air selama kurang lebih 1 x 24 jam. Jenis penanaman ini juga dapat diterapkan pada awal penanaman cabai. Sebelum merendam biji wisteria dalam air, Anda harus terlebih dahulu membersihkan biji wisteria dari kulit luarnya dengan gunting kuku atau alat lainnya. Pengangkatan kulit luar ini tidak perlu terlalu dalam, cukup dilap saja sampai warna kulit luarnya berubah.

Setelah benih kering direndam dalam air selama 1 x 24 jam, tiriskan air secara perlahan kemudian pindahkan benih bunga wisteria ke kapas yang sudah disiapkan. Namun, pertama-tama pastikan bahwa bagian belakang katun lembab, tidak terlalu basah atau terlalu kering. Untuk menyesuaikan kondisi kelembaban, hal ini dapat dilakukan dengan penyemprotan.

Selain menggunakan media tanam kapas, Anda juga bisa menggunakan media tanam seperti tanah dan tanah pot. Langkah-langkahnya sama, tetapi begitu benih direndam dalam air, Anda bisa langsung memindahkannya ke pot berisi tanah.

3. Simpan benih di lemari es

Langkah selanjutnya, setelah benih berada di kapas yang sudah dimasukkan ke dalam wadah. Anda kemudian dapat menutup wadah, yang biasanya ditutup dengan plastik. Kemudian letakkan wadah yang telah ditutup plastik dan diisi kapas berisi biji wisteria tersebut ke dalam lemari es atau lemari es. Tunggu 2-3 bulan hingga benih berkecambah.
Jika Anda menggunakan tanah pot, cukup bungkus pot agar benih terlindung dari hama tanaman. Biji membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk berkecambah

4. melakukan transfer

Jika Anda menggunakan penyangga kapas, jika pucuk terlihat sebagai akar, jangan buru-buru memindahkannya. Tunggu satu hari lagi, baru bisa di pindahkan ke media tanam pot. Namun, jika Anda menggunakan tanah pot dan sudah muncul kecambah, Anda bisa langsung membuka kemasan pot tersebut. Selanjutnya, jauhkan dari sinar matahari langsung, karena wisteria menyukai suhu lembab daripada panas. Ingatlah untuk menempatkan bunga ini di tempat yang tidak terkena angin dan matahari secara langsung.

5. Menyediakan propagasi atau sarana perbanyakan

Selain itu, cara menanam dan merawat bunga wisteria yaitu jika pucuknya memanjang dengan tinggi pohon sekitar 1 meter, Anda bisa menyediakan alat perbanyakan seperti kayu atau tampon. Anda dapat membentuk tanaman merambat wisteria sesuai keinginan Anda.

6. Lakukan perawatan

Kemudian bilas bunga wisteria dengan menyemprotkan air hangat. Kebutuhan air juga harus cukup, yaitu tidak terlalu basah atau terlalu kering. Jika di musim panas kebutuhan air akan banyak, dan jika di musim dingin air bisa berkurang. Pupuk mineral kompleks juga dibutuhkan untuk menghasilkan bunga yang indah. Jika wisteria sudah mekar, potong bunga keringnya

Referensi: Florist Makassar