TNI Membangun Desa di Wilayah Sukabumi – Karawang

TNI Membangun Desa di Wilayah Sukabumi - Karawang

Rayloriga – Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Kodim 0607 Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan TNI Manunggal Building Village (TMMD) ke-20 pada tahun 2021 di Desa Kebonpanjang, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan TMMD yang mengusung tema sinergi membangun negeri ini rencananya akan digelar selama 30 hari dari tanggal 2 hingga 31 Maret 2021 dengan tujuan pembangunan fisik dan non-fisik. Selanjutnya dibangun tanggul konservatif (APS) dengan panjang 50 meter dan lebar 4 meter. Sirup dari jalan sepanjang 50 meter dan lebar 4 meter. Selain itu, TMMD juga fokus membangun 20 unit rumah tidak layak huni.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan TMMD merupakan aksi nyata bagi ibu pertiwi dan warga masyarakat. Menurutnya, tujuan TMMD adalah meningkatkan percepatan pembangunan di daerah. “Kegiatan ini mengajak semua orang untuk bekerja sama. Kebersamaan akan meringankan segala persoalan yang serius,” ujar Marwan saat mendampingi Darem 061 Suryakencana Brigjen Achmad Fauzi yang berkunjung ke lokasi TMMD, Selasa (2/3/2021). Marwan pun mengapresiasi hasil kerja dalam kegiatan TMMD yang menurutnya sangat optimal. “Seperti pembangunan biasa, anggaran tidak akan cukup untuk membangun rumah permanen, tapi melalui keterlibatan semua pihak, rumah layak dan pemburu bisa dibangun,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi Kodim 0607 Kota Sukabumi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, kedua pihak juga bekerja sama membuka jalur Sukabumi Utara (Sutra) melalui TNI. Sementara itu, Komandan Korem 061 / Suryakencana Brigjen Ahmad Fauzi berpesan agar pelaksanaan TMMD dilakukan tepat waktu dan tepat waktu.

“Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci kelancaran pelaksanaan TMMD. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan kerja sama. Melalui TMMD dan gotong royong yang melibatkan masyarakat awam, dapat disulap menjadi rumah permanen seluas Ahmad Fauzi, bahkan pembangunan jembatan, telah mencapai hasil meskipun dengan anggaran. Airatna Nurina, warga Kampung Kebonpajang mengaku bersyukur dan senang dengan adanya kegiatan TMMD yang menurutnya berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat sudah lama menunggu perkembangan ini. Alhamdulillah dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pembangunan, dengan adanya akses TMMD ke dalam kota dapat menggunakan mobil,” ujarnya. Selain Komandan Korem 061 / Suryakencana Brigjen Ahmad Fauzi, Dandim 0607 lt.col. Inf. Danang Prasetyo Wibowo juga terlihat. Danang memberitakan bahwa kegiatan TMMD ke-110 ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kata Danang, Pemerintah Pemerintah di Sukabumi sangat memperhatikan promosi daerahnya.

“Ada 150 anggota staf yang terlibat. Melalui TMMD dan gotong royong yang melibatkan masyarakat kita, perekonomian masyarakat akan memperlancar urat nadi masyarakat. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Danang.

Tahun ini, Tentara Bangun Kampung Manunggal (TMMD) akan memfokuskan pasukannya pada pengembangan kota di Pesisir Karawang, Desa Sedari, Kabupaten Cibuaya. Ratusan pasukan telah dikerahkan di berbagai perbaikan kota, mulai dari Rutilahu, perbaikan jalan, pembangunan fasilitas umum dan kesehatan.

Danrem 063 / SGJ Kolonel Inf Elkines Vellando Dewangga K.S AP mengatakan, TMMD ke-110 kali ini kami fokuskan di pesisir pantai Karawang tepatnya di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya. “Kenapa memilih kawasan ini, karena kawasan ini punya potensi untuk pengembangan pariwisata, disini juga kita bantu pemerintah kabupaten dengan restorasi dan restorasi pembangunan terkait lumbung,” ucapnya kepada https://www.sukabuminewsupdate.com/. Sementara itu, Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo menambahkan, 150 pasukan dikerahkan untuk membangun rumah layak huni (Rutilahu), Posyandu, serta memperbesar jalan.

“Kami sudah menyiapkan 150 pasukan untuk membangun jalur, posyandu, hingga pelebaran jalan,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga membantu pemulihan areal lumbung. “Kita pantau bagaimana jalan raya itu terpencil akibat lumbung yang kena, dan tidak hanya itu, minimnya fasilitas kesehatan di kawasan itu menjadi prioritas kami untuk membangunnya,” akunya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sedari Bisri menjelaskan dari total jumlah Kepala Keluarga (KK) 1.605 orang dan 4.996 jiwa ada sekitar 651 KK dan 1.815 jiwa terdampak gubug. “Hampir 20% dari total rumah tangga terdampak gudang berada di wilayah Desa Sedari,” ucapnya. Bisri mengatakan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Bupati terkait penanganan gudang tersebut. Salah satunya adalah menentukan wilayah yang akan didampingi dalam program TMMD.

“TMMD yang saat ini sedang dilakukan di wilayah kami merupakan tanggap bencana untuk memperbaiki kerusakan akibat lecet,” pungkasnya. Medi kembali menjelaskan, TMMD ini akan berlangsung dalam waktu 30 hari, dengan harapan semuanya bisa terselesaikan sesuai keinginan masyarakat. “TMMD ini berlangsung selama 30 hari dan kami berharap masyarakat dapat terbantu dalam pembangunan fisik maupun non fisik kota,” ujarnya. Berdasarkan pantauan lapangan, lokasi masyarakat yang bersangkutan begitu jauh dari pusat kota Pemkot Sedari, bahkan kami harus meninggalkan sekitar 3 kilometer menyusuri garis pantai dalam perjalanan menuju tempat tersebut.